Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar AS Melemah, Tetapi Tetap Mempertahankan Kekuatan Di Tahun 2025
Thursday, 2 January 2025 17:36 WIB | US DOLLAR |DOLLARUSD

Dolar AS melemah pada hari Kamis(2/1) karena para pedagang memasuki tahun baru, tetapi greenback tetap mendekati level tertinggi dalam dua tahun yang terlihat di awal minggu dan kemungkinan akan tetap didukung dalam jangka pendek mengingat sikap Fed yang lebih agresif dan ekspektasi terhadap pemerintahan Donald Trump yang akan datang.

Pada pukul 04:45 ET (09:45 GMT), Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, diperdagangkan 0,1% lebih rendah menjadi 108,215, tetapi tetap mendekati level tertinggi dalam dua tahun yang dicapai pada hari Selasa.

Dolar akan tetap diminati pada tahun 2025

Indeks naik 7% pada tahun 2024 karena para pedagang secara drastis memangkas ekspektasi penurunan suku bunga Fed setelah proyeksi para pembuat kebijakan setelah pertemuan penetapan kebijakan bulan Desember.

Bank sentral AS memproyeksikan hanya dua kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 bp pada tahun 2025 pada pertemuan kebijakan terakhirnya tahun ini, penurunan tajam dari empat kali pemangkasan yang telah ditunjukkannya pada bulan September.

Faktanya, pasar saat ini hanya memperkirakan pemangkasan sebesar 42 bps dari bank sentral AS pada tahun 2025, dengan kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih menambah tingkat ketidakpastian mengingat kebijakannya berupa pelonggaran regulasi, pemangkasan pajak, kenaikan tarif, dan pengetatan imigrasi dipandang sebagai pro-pertumbuhan dan inflasi.

Fokus beralih ke rilis angka pengangguran mingguan di akhir sesi serta angka PMI manufaktur S&P Global bulan Desember, untuk mendapatkan petunjuk mengenai kekuatan ekonomi AS. (azf)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS